English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 07 September 2012

OPTIMALISASI FAHAM ASWAJA.

Assalaamu'alaikun wr. wb.

Segala puji bagi Allah swt yang telah menerangi kehidupan manusia dengan cahaya Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya serta orang orang yang selalu konsekwen dan konsisten dalam memegang ajarannya.
        Wahai saudaraku, sesungguhnya umat Islam telah berfirqoh firqoh sebagaimana telah dinubuwwahkan oleh Rasulullah saw.sampai 73 firqoh atau golongan, yang mana dari semua firqoh itu hanya satu golongan yang selamat ( al-firqoh an-najiyah ) yaitu golongan Ahlussunnah wal jama'ah. Yang musykil pada sa'at ini adalah semua golongan itu mengaku golongan yang selamat atau mengaku ASWAJA, yang pada akhirnya membuat golongan ASWAJA yang sesungguhnya dan sejati semakin kabur dan samar. Pijakan dan pedoman para Imam dan ulama yang mu'tamad pun di abaikan. Padahal mereka telah berupaya dan berjuang dengan maksimal untuk membangun kerangka ASWAJA yang sebetulnya telah ada semenjak Rasulullah saw, para shahabat dan tabi'in. Oleh karenanya dengan situs sederhana ini YNH sebagai markas dan benteng ASWAJA berusaha mari sama sama kita fahami, kita amalkan, kita jaga dan kita lestarikan ajaran Islam yang berhaluan ASWAJA dalam hidup kita, keluarga dan teman teman kita.
       Seiring dengan merebaknya berbagai paham yang menyimpang di kalangan masyarakat kita, seperti tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), takfir pengkafiran) tanpa alasan, penolakan dan pengingkaran terhadap empat madzhab dan lain-lain, maka pemahaman dan pengajaran aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah harus kembali ditekankan. Karena aqidah ini adalah aqidah mayoritas umat Islam, dari masa Rasulullah hingga kini, aqidah golongan yang selamat (al Firqah an-Najiyah). Karena itulah para ulama empat madzhab menulis berbagai karya, dari mulai tulisan mukhtasharat (ringkasan) hingga muthawwalat (buku-buku besar) dalam menerangkan aqidah Ahlussunnah hingga sampailah pada kita.
            Aqidah ASWAJA atau SUNNI adalah aqidah yang telah disepakati kebenarannya oleh segenap kaum muslimin di seluruh penjuru bumi. Aqidah inilah aqidah yang telah dibawa oleh Rasulullah dan para sahabat. Aqidah ini kemudian dijelaskan kembali berikut dengan dalil dalil naqli dan aqli serta bantahan terhadap golongan-golongan yang menyempal atau mengingkari oleh dua imam besar; al Imam Abu al Hasan al Asy’ari dan Al Imam Abu Manshur al Maturidi -semoga Allah meridlai keduanya-. Akhirnya pada awal abad IV H Ahlussunnah dikenal dengan nama baru al Asya’irah dan al Maturidiyyah. Mereka adalah mayoritas umat yang tergabung dalam pengikut madzhab empat.
          Sesuatu yang patut disayangkan adalah merebaknya paham-paham yang berseberangan dengan aqidah Ahlussunnah dengan klaim sebagai Ahlussunnah. Seperti paham yang mengatakan bahwa Allah bersemayam di atas ‘Arsy atau Kursi (sebagian mereka menyatakan di langit), mengharamkan ziarah kubur, memusyrikkan orang yang bertawassul, menyatakan semua bid’ah (hal yang tidak disebut secara eksplisit dalam al Qur’an dan Sunnah) adalah sesat, mengkafirkan kholifah nabi selain sayyidina Ali bin Abi Thalib dan banyak hal lainnya. Bahkan pada kurun terakhir ini telah semarak kembali paham baru – pengikut paham salah satu sub sekte Khawarij– yang mengkafirkan penduduk suatu negara yang tidak memakai syariat Islam. Mereka mengkafirkan semua orang, baik yang duduk dalam pemerintahan negara tersebut maupun rakyat biasa. Paham-paham inilah yang mulai merebak di masyarakat kita. Paham-paham yang jelas-jelas menyalahi apa yang telah disepakati oleh Ahlussunnah Wal Jama’ah.
           Saya berusaha semaksimal mungkin dalam membuat dan menata situs/blog ini , karena keterbatasan segalanya, maka bila ada kekurangan hanya kata maaflah yang bisa saya sampaikan. Semoga situs ini menjadi penawar kegelisahan– kegelisahan bagi sebagian besar umat Islam. Semoga Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) yang secara berkesinambungan dapat diwarisi oleh masyarakat muslim di Indonesia dan seluruh dunia dari generasi ke generasi.
                                                   
                                 Wassalaamu'alaikum wr wb.

                                                                                             

                         
                                                                                                                         by : YNH.
»»  selengkapnya...